Demokrasi: Jalan Terbuka Dari Segala Arah Oleh: M.A.H

Apakah anda paham betul apa itu demokrasi?

mungkin itulah pertanyaan yg mengganjal di benak saya. Yang saya ketahui demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Ya, semua berkutat pada rakyat, semua untuk rakyat sebagai tujuan akhirnya.

Tetapi, apakah anda tahu, bahwa untuk melaksanakan demokrasi membutuhkan agen pelaksana? Ya, agen atau pelaksana kebijakan atau penentu segala keputusan. Mari kita pisahkan dulu antara negara, pemerintahan, dan massa (rakyat). Negara ialah wadah dari segala yang ada di dalamnya, pemerintahan ialah sistem administrasi yang menjalankan rodanya, sedangkan rakyat ialah penumpang yang harus dipuaskan oleh pemerintahan.

Sebelum kita, melaju pada pemuasan rakyat yang menjadi tujuan mulia pemerintah. Adakalanya kita meneliti,bagaimana proses demokrasi berlangsung dalam hal pemilihan pemerintahan. Tentu, demokrasi melaksanakan one man one vote atau satu orang satu suara, yang dengannya hak seluruh warga negara adalah sama.

Hak sama inilah yang menjadi kunci untuk membuka gembok jabatan di pemerintahan. Dengan mendapatkan kunci yang banyak inilah seseorang mampu melenggangkan kakinya ke pemerintahan.

Tapi, Apakah anda paham betul, bagaimana seorang rakyat memberikan hak suaranya?
tentu jawabannya adalah karena saya(rakyat) tahu mana yang akan saya pilih. Dan yang menjadi pertanyaan saya sekarang, kalau rakyat tidak tahu dengan calon yang akan dipilih, bagaimana?

ya, memang saya kurang mengetahui dan tidak mau mengetahui alasan seseorang memilih hal tersebut. Tapi, kalau demokrasi, katakanlah sistem yang terbuka, berarti ia terbuka untuk segala kemungkinan dong. Kemungkinan money politik, terbuka dalam hal lobi misalnya, atau terbuka dengan sogokkan.

Ya, terus, apakah demokrasi salah?

oh.. tidak salah juga. Dalam hal keterbukaan semua kan bisa masuk, bisa lewat pintu depan, bisa juga lewat pintu belakang. Hal tersebut tak menjadi masalah dalam sistemnya. Yang menjadi persoalan adalah, kurang terpahaminya dampak buruk yang di alami oleh demokrasi kalau demokrasi diraih dengan cara yang kurang pas.

Yang, perlu dipahami adalah masyarakat itu sendiri. masyarakat yang harus dicerdaskan, di beri wawasan tentang pentingnya demokrasi secara jujur. Dengan kejujuran inilah semua akan bermuaran kepada kebaikan. Kalau kita jujur menggunakan hak pilih sesuai hati nurani pastilah kita akan menemui pemerintahan yang jujur pula.

*****

 

            Eiiittss….eiiittss.. Tunggu dulu,

Apakah betul kalau masyarakat memilih dengan jujur pasti menimbulkan dampak yang jujur pula ke atas (pemerintahan)? Saya kira penilaian seperti itu masih terlalu dini untuk disimpulkan menjadi penilaian. Kita harus lihat dulu, penyebab apa yang membuat hal tersebut terjadi.

            Saya kira, masyarakat menilai setiap ada pesta demokrasi selalu yang dieluh-eluhkan ialah kata pesta bukan disertakan demokrasi di tataran pemahaman masyarakat. Akibatnya, kata pesta selalu identik dengan hal ihwal yang menyenangkan. Misalnya bantuan gratis, sembako gratis, bahkan uang gratis. Dengang menjamurnya kata pesta yang mempunyai tendensi ganda inilah yang membuat masyarakat pasif terhadap demokrasi. Mereka kurang dalam menerjemahkan demokrasi sebagai sistem yang bekerja di negara ini.

            Kekurangan kepahaman inilah yang membuat para koruptor dengan leluasan memainkan perannya dalam menggerogoti uang rakyat. Uang yang seharusnya ialah hak rakyat diselewengkan ke saku mereka sendiri.

            Yang menjadi PR besar bangsa ini ialah, menumbuhkan kesadaran diri, kejujuran diri, dan tidak mementingkan diri sendiri.

            Dan perlu dicatat lagi, yang menjadi sentral penyelamat bangsa adalah pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara. Masyarakat harus ikut andil dalam penyelenggaraan tata kelola negara, dalam hal ini sebagai pengawas atau kontroling terhadap pemerintahan. Dengan begitu bangsa ini dapat diselamatkan dari jurang koruptor.

Post a Comment

0 Comments